Sayidina Umar Gemar Dengan Bid’ah Hasanah – Season 2

0
82

SAYIDINA UMAR BIN KHATTAB GEMAR DENGAN BID’AH HASANAH ( season 2 )

Oleh: K. Asnawi Ridwan

Kegemaran Sayyidina Umar ra. dengan bid’ah hasanah tidak hanya berhenti pada praktek shalat taraweh 20 raka’at secara berjamaah. Dalam banyak kesempatan, beliau berijtihad dengan sungguh – sungguh sehingga berhasil mencetuskan beberapa jenis ibadah yang teknis pelaksanaannya dengan cara bid’ah hasanah, yakni sebuah cara ibadah yang belum pernah dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah saw.

Diantara bid’ah hasanah hasil ijtihad sayyidina Umar ra. adalah bentuk tawassul dengan menyebut nama seseorang yang dekat kepada Allah selain nabi Muhammad saw. Sayyidina Umar ra. bertawassul untuk meminta hujan kepada Allah swt. dengan menyebut nama salah seorang paman nabi Muhammad saw. bernama Sayyidina Abbas ra.

عَنْ أَنَسٍ اَنَّ عُمَرَابْنَ اْلخَطَّابِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ كاَنَ اِذَا قَحَطُوْا اِسْتَسْقىَ بِالعَبَّاسِ ابنِ عَبْدِاْلمُطَلِّبِ فَقَالَ: الَّلهُمَّ اِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ اِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِيْنَا وَاِنَّا نَتَوَسَّلُ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا, قَالَ: فَيُسْقَوْنَ.

“Dari sahabat Anas; bahwasannya Umar Ibnul Khattab r.a. apabila dalam keadaan paceklik (kekeringan) ia memohon hujan dengan wasilah Sahabat Abbas Ibn Abdil Muthalib, maka berdo’a sayyidina Umar : Yaa Allah sesungguhnya kami bertawassul kepada Engkau dengan wasilah paman Nabi kami (Sahabat Abbas) maka berilah kami hujan, berkata Sayyidina Umar kemudian diturunkan hujan”. (HR Bukhari)

Di dalam kitab al- Mawahib al – Laduniyah yang disusun oleh syekh al – Qasthallani disebutkan hadits berikut:

وقال عمر رضي الله عنه لما استسقى بالعباس رضي الله عنه ياأيها الناس ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يرى للعباس ما يرى الولد للوالد فاقتدوا به فى عمه العباس واتخذوه وسيلة الى الله. اه-

“ Umar ra. saat berdoa meminta hujan dengan menyebut nama Abbas ra. berseru: “Wahai masyarakat; sesungguhnya Rasulullah saw. menilai siapa Abbas sebagaimana penilaian seorang anak terhadap orang tuanya. Ikutilah apa yang dicontohkan oleh Rasulullah terhadap Abbas dan jadikan Abbas sebagai wasilah kepada Allah ta’ala.”

Dalil ini bernilai ganda, yakni pertama tentang legalnya bertawassul dengan menyebut nama para ulama’ dan orang – orang shalih, dan yang kedua tentang kreasi beribadah kepada Allah dengan konsep bid’ah hasanah.