Rasulullah Sangat Mendukung Bid’ah Hasanah

0
49

Oleh : K. Aswani Ridwan
Aswaja Center PWNU Jawa Barat

Para sahabat sangat kreatif dalam beribadah kepada Allah. Maksud kreatif di sini adalah para sahabat kerap membuat bentuk ibadah yang coraknya baru dan inovatif, meskipun ibadah itu secara mendasar sudah ada dalilnya baik dalil secara khusus maupun secara umum.
Di antara beberapa ibadah yang dilakukan oleh para sahabat secara bid’ah adalah mengisi malam-malam pada bulan Ramadhan dengan berbagai ibadah. Hal ini diceritakan dalam sebuah hadits riwayat imam Thabrani:

وعن أبي أمامة رضي الله عنه : » إن الله كتب عليكم صيام رمضان ولم يكتب قيامه ، وإنما القيام شيء أحدثتموه فدوموا عليه ولا تتركوه فإن ناسا من بني إسرائيل ابتدعوا بدعة لم يكتبها الله عليهم ابتغوا بها رضوان الله فلم يرعوها حق رعايتها فعابهم الله بتركها،

“Dari Abi Umamah al-Bahili berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda : Sesungguhnya Allah telah mewajibkan puasa Ramadhan atas kalian semua, dan Allah tidak mewajibkan shalat malam pada malam harinya. Shalat malam pada malam harinya hanyalah sesuatu yang kalian adakan/ciptakan. Maka teguhlah kalian untuk melakukannya. Sesungguhnya orang-orang dari bani Israil telah melakukan bid’ah-bid’ah baru, lantas Allah SWT. Mencaci mereka karena mereka telah meninggalkannya.”
Cobalah untuk memahami hadits ini dengan baik. Jika nabi Muhammad SAW. memerintahkan untuk menekuni shalat malam pada malam-malam bulan Ramadhan yang disebut oleh beliau sebagai inovasi ibadah yang diciptakan oleh para sahabat sendiri , maka hal itu menunjukkan bahwa nabi Muhammad SAW. mendorong kita untuk membuat inovasi-inovasi dalam usaha beribadah kepada Allah ta’ala selama tidak berseberangan dengan dalil-dalil syariat yang ada.
Allahu a’lam