PENTINGNYA MENYUSUN NARASI SECARA BENAR

0
85

Oleh: KH. Asnawi Ridwan

Era media sosial yang serba bebas ini, semua orang bebas berpendapat dan bebas membacanya. Tidak ada alat filter sama sekali. Yang bisa memfilter hanyalah diri kita masing masing. Yang menulis berusahalah menyusun tulisan dengan narasi yang benar dan lengkap. Karena pembaca tulisan anda berasal dari semua kalangan dengan kemampuan pencernaan yang sangat acak. Terlebih bila penulisnya adalah seorang tokoh yang diperhitungkan komentar komentarnya. Serta yang membaca juga harus bisa menilai mana tulisan yang layak dibaca atau tidak sepatutnya dibaca.

Salah satu persoalan kerancuan narasi adalah tentang sikap setiap muslim dalam menghadapi teror covid-19. Banyak penulis mengalami kerancuan dalam menyusun narasi. Akhirnya penangkapan dari pembaca mengalami loncat loncat tak beratur. Nah, dalam ajaran Aswaja diri tiap muslim harus senantiasa terpatri dua rasa, yakni khouf ( takut ) dan roja’ ( optimis ).

Sebenarnya konsepnya sudah jelas sekali aturannya. Bila jiwa sedang meninggi dalam ibadah, maka takutlah dengan telikungan telikungan maksiat yang siap menyusup dan meracuni ibadah. Bila kondisi sedang dalam kubangan kemaksiatan, maka besarkan lah jiwa bahwa Allah maha pengampun bila kita sesegera bertaubat. Konsep yang sangat bagus ini jangan dipersempit cakupannya terkhusus ibadah semata. Segala sikap harus terbangun dari narasi indah tersebut.

Jelasnya, pada saat negara sedang cancut tali Wondo ( bekerja keras ) menghadapi teror covid-19 ini jangan kau mentahkan dengan narasi roja’ bahwa semuanya dari Allah. Tenang saja. Santai saja. Jangan takut dengan Corona.

Narasi yang tepat untuk saat ini adalah manhaj fiqh. Khouf atau takut akhirnya melahirkan kaidah antisipasi kemadhorotan harus digelembungkan terlebih dahulu. Setelah masyarakat patuh dengan rumusan fiqh karena kawatir penularan covid 19, barulah diisi dengan roja’ yakni optimisme dengan kemurahan Rahmat Allah.

Semoga bisa dipahami semua pihak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here