NKRI Harga Mati

0
60

Oleh : M. Asnawi Ridwan

Perdamaian adalah kenikmatan terbesar yang diberikan oleh Allah setelah nikmat iman dan Islam. Bahkan ada kaidah yang menuturkan bahwa hidayah keimanan dan keislaman bisa terpancar bila ada perdamaian. الإيمان بعد الأمن.
Sebab tidak mungkin bisa mensyiarkan agama Islam dengan baik bila tidak ditunjang oleh situasi aman. Oleh karena itu, hal – hal yang dapat memantik perpecahan harus diantisipasi sejak dini.
درءا للمفاسد أو سدا للذريعة
Bagaimana dengan undang-undang bermuatan syariah atau undang – undang berlabel syariah?
Bila yang dimaksud adalah UU bermuatan syariah, maka sudah jelas diterima di negara kita, tentu dengan batasan-batasan tertentu. Yakni tidak menyentuh pada persoalan khilafiyah, tidak mengatur peribadatan yang bersifat privat, dan untuk melindungi ushuluddin.
Hal ini sudah berjalan di negara kita. Semua UU yang lahir punya pijakan dan konotasi dalil agama Islam yang kokoh. Di dalam NU, biasa dibahas dalam forum Bahtsul Masail kolaborasi antara komisi waqi’iyah, maudhu’uiyah dan qonuniyah, MUI sudah mengawal dengan fatwa fatwanya dan Muhammadiyah dengan majlis tarjihnya.
Sudah berjalan sehat dan tidak usah digurui.
Namun bila yang dimaksud adalah UU berlabel syariah, jelas hal ini mengingkari kodrat bangsa Indonesia yang heterogen dan telah damai dan tentram dengan UUD 45 dan Pancasila nya.
Banyak sekali unsur kesalahan dari NKRI BERSYARIAH model ini:

  1. Tidak mensyukuri nikmat yang telah ada dengan menghancurkan kenikmatan yang telah Allah curahkan sekarang ini. Ini benar benar alamat konyol.  لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابى لشديد
  2. Menjadi sumber perpecahan. Karena akan memunculkan klaim-klaim kebenaran antar kelompok dengan mengatasnamakan agama sebab khilafiyah pemahaman syariat. Syari’at tidak pernah lepas dari perbedaan pendapat. Biarlah masing-masing mengamalkan syariatnya sendiri-sendiri tanpa mengunci syariat kelompok lain dengan memanfaatkan UU.
  3. Jika ada NKRI BERSYARIAH di daerah mayoritas muslim berarti akan muncul di belahan pertiwi yang lain NKRI berinjil dan ber-ber lainnya. Hancurlah kesatuan negeri ini.