KORBAN COFID-19 ADALAH TERMASUK SYAHID

0
313

Oleh : Ahmad Yazid Fattah
Ketua Aswaja Nahdlatul Ulama Center Jawa Barat

Hari ini sudah cukup banyak masyarkat yang terinfeksi virus COFID-19. Bahkan yang meninggal pun sudah mendekati angka 100. Peristiwa ini harusnya menjadi perhatian ummat islam agar lebih berhati-hati dan lebih serius mentaati arahan pemerintah. Karena islam mengajarkan agar ummat lebih memprioritaskan menghindari bahaya daripada menarik kemaslahatan.
Dalam pandangan islam, selain orang yang wafat berperang di jalan Alloh, ternyata ada beberapa kelompok orang yang dinyatakan sebagai syahid.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: المَطْعُونُ، وَالمَبْطُونُ، وَالغَرِقُ، وَصَاحِبُ الهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Bahwa Rasululloh SAW bersabda: Orang-orang yang syahid ada 5, Yakni orang terkena wabah tho’un, orang mati karena sakit perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa bangunan dan orang yang mati berperang di jalan Alloh. (HR al-Bukhori No 2829)

Mengenai hadits ini, pakar hadits terkemuka yakni al-hafidz imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Fath al-Bari juz 10 Hal 180, memaparkan beberapa pendapat ulama dalam mendefinisikan wabah tho’un. Salah satu ulama yang ditampilkan adalah Imam Abu al-Walid al-Baji. Beliau menjelaskan bahwa tahoun yang dimaksud adalah penyakit yang serentak menginfeksi masyarakat umum dalam waktu bersamaan. Sehinggga warga di sebuah wilayah serentak terkena penyakit tersebut. Berbeda dengan musim sakit, yang mana tiap warga berbeda keluhan dan sakit yang diderita.

Maka dari penjelasan ini, bisa diambil kesimpulan, bahwasanya wabah virus corona yang sedang melanda ini bisa dikategorikan tho’un. Dan warga yang wafat pun bisa berstatus mati syahid. Namun dalam pemulasaraannya, jenazah tetap harus dimandikan, dikafani, disholati dan dikuburkan. Meskipun dengan teknis yang lebih ketat dan dilakukan oleh tenaga ahli khusus.

Mari kita secara bersama-sama menghadapi wabah cofid-19 ini dengan penuh sabar dan husnudzon kepada Alloh SWT. Perbanyaklah istighfar, sholawat, ratib al-haddad dan wirid. Mari tetap stay at home, work from home, pray at home. Insya alloh kita meraih pahala di sisi Alloh SWT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here